Dirjen Badilag Sedang Melakukan Pembinaan dan Orientasi Para Hakim Yustisial yang Baru di MARI |
Pembinaan dilakukan langsung oleh Dirjen Badilag, Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Badilag, Drs. Arif Hidayat, M.H., Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., Direktur Pembinaan Administrasi, Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H., dan Kasubdit Mutasi Hakim, Dr. Sultan, S.Ag., M.H, dihadir sebanyak 18 orang hakim yustisial yang bertugas di Mahkamah Agung.H.
Hasil Rapat Pimpinan Mahkamah Agung tentang Promosi dan Mutasi terakhir di lingkungan peradilan agama, 6 orang hakim yustisial ditugaskan menjadi Asisten Hakim Agung 1 orang, Asisten Sekretaris MA 1 orang, Asisten Panitera MA 2 orang di Biro Hukum dan Humas, serta 2 orang sebagai Sekretaris Tim di Badan Pengawasan.
Formasi ini melengkapi hakim yustisial dari peradilan agama yang sebelumnya sudah ada sebagai Asisten Ketua Mahkamah Agung dan Asisten Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial.
Foto Bersama Usai Kegiatan |
Dalam kesempatan itu, Dirjen Badilag berpesan, ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh masing-masing hakim yustisial yang bertugas di Mahkamah Agung.
“Jangan pernah hitung-hitungan waktu dalam bekerja, jika ada tugas yang harus diselesaikan, lakukan dengan iklas,”
Pertama, memahami dengan baik kebijakan-kebijakan Mahkamah Agung maupun Ditjen Badilag. "Hakim yustisial harus memahami betul semua aturan dan kebijakan Mahkamah Agung dan Ditjen Badilag agar dapat melaksanakan tugas pokok dengan baik serta saling berkordinasi antara satu dan yang lainnya," ujar Dirjen Badilag.
Kedua, hakim yustisial harus bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggug jawab dalam membantu dan mendampingi para pimpinan MA dan hakim agung. “Jangan pernah hitung-hitungan waktu dalam bekerja, jika ada tugas yang harus diselesaikan, lakukan dengan iklas,” tandasnya.
Ketiga, selalu meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri dalam menyelesaikan tugas yang diamanahkan. ”Jangan berhenti belajar dan memperbaiki diri, lanjutkan pendidikan ke jenjang paling tinggi, hakim yustisial harus bergelar doktor,” pesannyanya menyemangati para hakim.
Selain pembinaan dan orientasi, acara yang berlangsung selama 2 jam ini sekaligus untuk memperkenalkan hakim-hakim yustisial yang baru ditugaskan di Mahkamah Agung dengan pimpinan Ditjen Badilag.
Acara berjalan dengan baik dan penuh rasa kekeluargaan yang diakhiri dengan foto bersama serta tour para hakim yustisial ke gallery Badilag dan ruang PTSP. ***
(Dipublikasikan oleh Admin Badilag pada 03 September 2021)